Showing posts with label gaya hidup. Show all posts
Showing posts with label gaya hidup. Show all posts

Friday, April 22, 2011

SELEBRITIS GAK PERLU DI KAGUMI

Selebritis
Selebritis dapat saya artikan sebagai orang yg terkenal atau masyhur (biasanya artis), tapi semua orang akan memaknai cara yang berbeda. Tiba-tiba seorang yang terkenal melalui hingar bingar infotaiment yang  akan membuat seseorang menjadi terkenal secara fenomenal.  Belakangan ini kita lihat fenomena Sinta dan Jojo lewat lip sinc keong racun, justin bieber dan yang paling baru Norman Kamaru yang secara fenomenal melejit mewarnai dunia pertelevisian kita lewat lip sinc-nya pada lagu india, melalui situs youtube

Salut kepada kreativitas mereka agar mereka tetap dapat berprestasi sesuai dengan cita-cita dan harpan mereka, dan mudah-mudahan tetep sadar ketenaran tidak membuat mereka sombong dan menafikan norma-norma yang harus tetap di pegang orang timur.

Dunia Gelap 
Kasus Narkoba yang menimpa banyak kalangan artis untuk kita evaluasi bahwa mereka (kelompok tersebut) memiliki potensi terperosok ke dalam kehidupan negatif.  Semestinya kita sadar bahwa mereka tidak luput dari banyak kesalahan sehingga menurut saya selebritis tidak usah diidolakan. Sudah banyak membuktikan bahwa mereka berada dalam dunia yang tidak sebersih yang kita pikirkan, bahkan ada yang bolak balik dengan kasus yang sama. 

Dunia rumah tangga yang tidak harmonis, kehadiran orang ketiga, perselingkuhan dan indikasi negatif lainnya semakin menyempurnakan ketidaksempurnaan mereka. Berita gosip, klarifikasi dan pernak-pernik dunia selebriti yang di ekspose berlebihan yang pada akhirnya akan mempertebal kantong pemilik media televisi yang membuat berita tentang selebriti.

Anda pengen tahu kabar terbaru krisdayanti? http://berita.gratisku.web.id/krisdayanti-hamil-4-bulan.html
READ MORE >> SELEBRITIS GAK PERLU DI KAGUMI

Wednesday, September 8, 2010

DI BALIK TOPENG DERMAWAN

Barisan manula, perempuan dan anak-anak berjejal memenuhi halaman seorang dermawan yang akan membagikan sedikit uangnya kepada mereka. Kabar tersebar dari mulut-ke mulut hingga pada hari yang di tentukan, mereka telah memadati sebuah rumah yang paling megah sejak pagi, sebelum di mulainya pembagian sedekah tersebut. Apa sebenarnya yang diinginkan oleh kaum dermawan yang membagikan sebagian uang yang telah mereka peroleh kepada oran-orang miskin. sudah menjadi agenda tahunan bahwa orang-orang yang mengaku dermawan membagikan uangnya kepada orang-orang miskin. Ritual ini di sambut baik oleh mereka yang memiliki penghasilan yang kecil dan dapat dikatakan miskin (menurut WHO mereka yang berpenghasilan 2$ perhari).

Gayung bersambut dari mereka DERMAWAN yang berduit dan SI MISKIN yang memerlukan sedekah. Kegiatan itu pun di sambut baik oleh mereka yang pantas menerimanya. Di lihat dari jumlah yang di berikan oleh dermawan sebenarnya relatif kecil. Tapi menurut si penerima cukup lumayan, untuk itu mereka rela mangantiri berjam-jam demi untuk mendapatkan bingkisan dan beberapa puluh ribu rupiah uang tunai.

Dua hal yang sangat kontroversi bahwa sang dermawan bisa membagikan puluhan juta yang cuma sebagian kecil uang yang ia miliki dan orang-orang miskin yang jumlahnya ratusan dan menganggap nilai uang yang mereka terima cukup besar.

Jika kemauan dermawan itu memang TULUS menyisihkan sedikit hartanya, selain mengejar pamrih dan popularitas adalah yang pertama: menyerahkan uang atau barang kepada pemerintah setempah dan di dan penyalurannya dserahkan kepada perangkat. Kedua:menyerahkan barang atau uang kepada lembaga masyarakat tertentu semisal yayasan, amil zakat, masjid atau tempat ibadah yang lainnya.ketiga : menyiapkan tempat ruang dan waktu yang sesuai, karena kejadian sering terjadi sempitnya ruang yang menyebabkan penerima sedekah berhimpitan bahkan terinjak-injak pengantri lainnya. Keempat diperlukan sistem yang tepat, panitia dan pengamananan yang memadai.

Sering terjadi kekacauan di luar prediksi, karena diantaranya keterbatasan-keterbatasan di atas. Mestinya dermawan harus mempercayai kepada lembaga yang sudah ada untuk menghindari terjadinya kecelakaan-kecelakaan agar tidak terulang lagi. Dermawan harus menyingkirkan egoisme yang mereka miliki, harus membaung jauh-jauh rasa ingin di puji, rasa ingin di katakan hebat, rasa tinggi hati dengan membandingkan orang miskin yang ngalap berkah darinya
READ MORE >> DI BALIK TOPENG DERMAWAN

Monday, August 2, 2010

Fenomena Keong Racun

Sinta ama jojo
Keong racun merupakan salah satu fenomenal di dunia maya maupun dunia hiburan. baru-baru ini ada berita yang menyatakan sampai juta copy di media youtube. Ruar biasa memang. Sebenarnya tidak ada yang istimewa menurut saya, namun saya juga tertarik untuk mengikuti fenomena ini, terutama di dunia maya. saya termasuk sekian orang yang penasaran untuk mendownload. Kemunculan keong racun oleh Lisa Penyanyi aslinya malah tidak seheboh saat ini. Bahkan Carli St 12 berminat untuk menggarap ulang lagu tersebut. 
Media infotaimen juga semakin memblow up pemberitaan ini , tentang popularitas sinta dan Jojo lewat keisengannya yang justru membuat ia jadi di kenal tau terkenal saat ini dengan fenomena Keong racun. Kita melihat bahwa syairnya yang "nakal" vulgar (ngajak tidur, melotot dsb) juga dengan musik koplo yang sederhana, tidak menuntuk musikalitas yang tinggi. Kita dapat menilai bahwa popularitas tidak hanya berbekal pada nama besar, tapi sesuatu yang kreatif dapat membawa pada hal yang membanggakan. lepasa dari kontroversi para gadis yang merasa risih dengan cengar cengirnya mereka saat melihat di youtube. Yang jelas mereka menjadi terkenal karena media dan kreasi mereka.  

barang kali ada yang mau menyanyikan keong racun
Dasar kau keong racun
Baru kenal eh ngajak tidur
Ngomong nggak sopan santun
Kau anggap aku ayam kampung
Kau rayu diriku
Kau goda diriku
Kau colek diriku
Eh ku takut sekali
tanpa basa basi kau ngajak happy happy
Eh kau tak tahu malu
Tanpa basa basi kau ngajak happy happy

*
Mulut kumat kemot
Matanya melotot
Lihat body semok
Pikiranmu jorok
Mentang-mentang kau kaya
Aku dianggap jablay
Dasar koboy kucai
Ngajak check-in dan santai
Sorry sorry sorry jack
Jangan remehkan aku
Sorry sorry sorry bang
Ku bukan cewek murahan
READ MORE >> Fenomena Keong Racun

Sunday, March 21, 2010

NGANTRI ALAS KAKI IMPORT








hills Pictures, Images and Photos
Beberapa hari lalu di Ibu Kota terjadi antrean panjang di sebuah mall dari lantai satu sampai lantai tiga, bukan hanya ibu-ibu saj yang ngantri belanja dan milih-milih barang, ternyata bapak-bapak, tepatnya laki-laki juga ikut mengantre demi mendapat belanja diskon alas kaki import dari China. Mengherankan memang penduduk negeri ini yang gandrung banget dengan kata impor, alas kaki impor antrean panjang bahkan sampe beberapa hari di buka promo diskonnya masih juga ramai, Pemain bola juga mengimpor, bahkan ada produk minuman semuanya buah dari luar negeri, sapi impor bahkan mencari calon suami juga yang impor,seperti trendnya para selebritis.


Mengandrungi produk luar negeri itu karena faktor kualitas, atau sesuatu yang lain, diluar kesadaran yang lazim, atau memang produk dalam negeri lemah dalam kualitas, atau produksi kita terlalu mahal? Tidak juga banyak produk negara kita yang cukup terjangakau dan berkualitas. Selera belanja tidak hanya dimiliki oleh kaum menengah ke atas saja, namun juga kalangan bawah juga doyan dengan belanja, tentunya barang yang di beli berbeda harga, tapi kalau kita lihat nilai konsumsi dalam prosentase penghasilan sangat tinggi. Misalkan untuk membeli Handphone seorang berpenghasilan rendah bisa menghabiskan setengah dari gaji sebulan untuk mendapatkan HP impiannya, membeli baju 10% dari penghasilannya sebulan dan swbagainya (biasanya mereka yang tinggal di Kota/ dekat kota).

Fenomena belanja barang import ini biasanya terjadi pada kelas menengah keatas, karena selain mereka memiliki uang yang cukup kepuasan yang mereka kejar, selera dan yang paling penting bahwa mereka membeli bukan karena kebutuhannya tercukupi bahkan sesuatu yang melalui itu semua (postkonsumsi). Ada sesuatu yang diperolehnya, mereka membeli produk bukan untuk mencukupi kebutuhannya tapi mereka juga ingin menunjukkan bahwa ia mampu membeli benda-benda import. Mampu membeli benda-benda import memiliki makna (menurut persepsinya) bahwa ia orang berada, artinya ia telah menunjukkan kepada lingkungan kolompoknya bahwa ia memiliki kelas sosial yang cukup/ tinggi, berkelas. Mereka mengkomunikasikan kepada semua orang bahwa ia sebagai pengguna produk import sehingga pantas disebut memiliki kualifikasi seperti gambaran di atas.

Benda-benda import dan obyek belanja lainngya telah membujuk, merayu, membelenggu para konsumen dengan tipu dayanya membuat bawah sadar para pembeli dan calon pembeli semakin dalam merogoh saku, menguras dompetnya tanpa ia sadari sepenuhnya seperti babi ngepet yang mengambil uang semua korbannya, tanpa ia sadari pada awalnya.    
09HH003 Pictures, Images and Photos 

READ MORE >> NGANTRI ALAS KAKI IMPORT

Friday, February 12, 2010

Menyakiti Diri dengan Rokok

Tubuh merupakan satu kesatuan dari ujung kaki sampai ujung rambut, yang menjadi satu kesatuan yang tidak dapat dipisah-pisahkan. salah satu merupakan bagian dari keseluruhan dari tubuh. Tubuh sebagai sarana untuk berkomunikasi dan beraktifitas dipelihara, ditertibkan bahkan disakiti hanya untuk kepentingan representasi dirinya.

Di satu sisi pemilik tubuh memaksimalkan tubuhnya untuk mempercantik (termasuk bagi pria, atau memperindah supaya terlihat lebih menarik (tidak sama dengan rupawan, sementara sebagian orang menyakiti dirinya hanya untuk mendapat perhatian yang lebih dari beberapa orang.

Merokok, ini aktivitas yang sudah berlangsung ratusan tahun di Indonesia. sebagai salah satu negara penghasil tembakau, sentra industri rokok secara tradisional maupun modern berada di wilayah kudus jawa tengah, kediri jawa timur, malang dan bebererapa tempat lain yang di produksi kecil-kecilan.

Merokok sebenarnya kegiatan yang percuma, sesuatu yang tidak memberi manfaat secara finansial, maupun kesehatan, namaun pengakuan beberapa perokok, merokok dapat meningkatkan komunikasi, sosialisasi,dan tingkat Percaya diri perokok.

di satu sisi, banyak perempuan narsis dan laki-laki narsis juga bersolek untuk membuat rupawan perokok malah membuat dirinya sakit digerogoti oleh nikotin yang merupakan racun bagi tubuh kita. Para Perokok (mereka) hanya mengejar halusianasi dan sensasi yang diciptakan sendiri. Umumnya kesehatan para perokok setabil sampai pada usia 40 tahun setelah itu, perlahan makin menurun bahkan dapat menyebabkan meninggal dunia.

Merokok dapat menyebabkan gangguan kesehatan dan sangat tidak dianjurkan bagi ibu hamil. ini adalah iklan yang pasti dituliskan oleh produsen rokok pada bungkusnya, tapi tidak tahu mengapa meskipun sudah disampaikan bahaya dari rokok, tapi tetap saja mereka membakar uang mereka untuk membeli rokok. Sepertinya mereka tengah menggadaikan kesehatannya demi sedikit kenikmatan, mereka tidak mempedulikan bahwa istri anak dan semua orang di sekitarnya yang mencintainya mengacuhkan cinta keluarganya dengan mengejar egoisme yang tidak bermanfaat

Rokok sepertinya memang menjadi kebutuhan pokok bagi para pecandu ini. Kadang-kadang tidak dapat membeli beras secara rutin, tidak mampu memberi uang belanja kepada istrinya, tapi harus membeli rokok menjadi urutan pertama. Rokok rata-rata harganya Rp.5,000,- jika setiap hari menghisap 1 bungkus rokok dalam 1 bulan Rp. 150,000,- kalau satu tahun 1 sekitar Rp. 1.800.000,-, ini gambaran kasar bahkan bisa lebih dari angka itu. Rp. 1.800.000, merupakan angka yang cukup besar bagi pengeluaran yang tidak berguna bahkan merugikan orang-orang di sekelilingnya.
READ MORE >> Menyakiti Diri dengan Rokok

Monday, February 1, 2010

Hand Phone




Hand phone di buat untuk memenuhi permintaan pasar yang mobile bagi setiap penggunanya. fungsi utama Phone sell sebagai alat komunikasi mobile. karena para penggunanya kini memiliki mobilitas yang tinggi, menggantikan telepon rumah. Seiring dengan kemajuan jaringan dan teknologi gadget ini memiliki ekspansi pertumbuhan yang sangat tinggi. selain menyematkan fitur-fitur canggih handphone kini memiliki desain yang menarik.tak ayal lagi alat itu kini menjadi serbuan para konsumen di semua umur jenis kelamin dan kelas sosial.

Handphone pada awalnya sebagai barang mewah dan hanya orang yang tajir saja yang memapu membeli. rilis terbaru untuk menjangkau pasar menegah ke bawah muncullah hanphone murah yang lebih terjangaku dengan fitur minimalis dan mampu memenuhi tugas utamanya sebagai alat komunikasi. Kita bisa melihat pencari rumput sedang membawa Gadged ini, juga petani yang sedang menggarap sawahpun bisa menikmati teknologi ini, karena anaknya sedang di luar negeri menjadi seorang TKW agar memudahkan komunikasi dengan keluarganya.Pendek kata tegnologi ini sudah dapat di jangkau oleh siapapun dan dari kalangan manapun.

bertolak belakang dari keadaan tersebut bahwa kenyataannya teknologi ini telah menghegemoni kita semua, sebuah kesadaran palsu yang telah terkonstruksi pada banyak orang mengenai kemanfaatan alat komunikasi. Bahwa tidak semua orang dapat mengoperasikan fitur-fitur yang tersedia dalam phonesel. jadi sebenarnya banyak fitur yang tidak termanfaatkan karena kemampuan SDM yang kurang dan terbatasnya penggunaan teknologi.

Setiap bulan edisi baru phonesel akan hadir merambah dunia gadged ini, ratusan bahkan ribuan orang berburu informasi mengenai Handphone kluaran baru. Anak ABG laki perempuan,para perempuan-perempuan berduait dan laki-laki profesional selalu berganti dengan HP yang baru untuk mendukung kerjanya yang mobile.

Di balik kebutuhan tersebut bahwa, kita (kelas ekonomi menengah kebawah) telah menghabiskan lebih dari separoh penghasilannya untuk memberi alat dan mengisi pulsa. Lepas dari kemanfaatan yang telah dipakai bahwa konsumerisme telah menghabiskan banyak uang bagi kaum ini. Mereka masih belum menyadari bahwa kesenangan sesaat itu tidak memberi dampak yang positif bagi keuangan mereka. Dia hanya akan dianggap memiliki HP yang bagus, keluaran terbaru dan itu akan meningkatkan gengsi mereka. Hp bergerak dalam perubahan dari funsi semula sebagai media komunikasi, kini di gunakan sebagai kejar gengsi dan kejar status Baru.

Kemampuan teknologi mengakses GPRS semakin meningkatkan daya konsumerisme, jejaring sosial yang dapat diakses hanya dengan GPRS bahkan SMS saja membuat konsumsi pulsa semakin meningkat. Kemunculan jejaring sosial dan eforia masyarakat indonesia semakin meningkatkan rating konsumsi. Status baru muncul dalam Jejarin Sosial ini, kita bak selebriti yang selalu meng-update status, seolah semua orang harus tahu keadaanya saat ini.

Menlihat penetrasi teknologi informasi yang menebarkan sayap konsumerisme, mestinya menyadarkan kita bahwa konsumsi berlebihan dapat berakibat defisit anggaran rumah tangga, yang dapat mengggangu keharmonisan keluarga. intensitas penggunaan Gadget ini dapat berpengaruh negatif kepada pekerjaan bagi para pekerja, dan menurunnya tingkat motivasi belajar dan keberhasilan belajar, jika tidak bijaksana dan menyikapi dengan benar.
READ MORE >> Hand Phone
 

blogger templates | Make Money Online