Showing posts with label BUDAYA. Show all posts
Showing posts with label BUDAYA. Show all posts

Wednesday, September 8, 2010

DI BALIK TOPENG DERMAWAN

Barisan manula, perempuan dan anak-anak berjejal memenuhi halaman seorang dermawan yang akan membagikan sedikit uangnya kepada mereka. Kabar tersebar dari mulut-ke mulut hingga pada hari yang di tentukan, mereka telah memadati sebuah rumah yang paling megah sejak pagi, sebelum di mulainya pembagian sedekah tersebut. Apa sebenarnya yang diinginkan oleh kaum dermawan yang membagikan sebagian uang yang telah mereka peroleh kepada oran-orang miskin. sudah menjadi agenda tahunan bahwa orang-orang yang mengaku dermawan membagikan uangnya kepada orang-orang miskin. Ritual ini di sambut baik oleh mereka yang memiliki penghasilan yang kecil dan dapat dikatakan miskin (menurut WHO mereka yang berpenghasilan 2$ perhari).

Gayung bersambut dari mereka DERMAWAN yang berduit dan SI MISKIN yang memerlukan sedekah. Kegiatan itu pun di sambut baik oleh mereka yang pantas menerimanya. Di lihat dari jumlah yang di berikan oleh dermawan sebenarnya relatif kecil. Tapi menurut si penerima cukup lumayan, untuk itu mereka rela mangantiri berjam-jam demi untuk mendapatkan bingkisan dan beberapa puluh ribu rupiah uang tunai.

Dua hal yang sangat kontroversi bahwa sang dermawan bisa membagikan puluhan juta yang cuma sebagian kecil uang yang ia miliki dan orang-orang miskin yang jumlahnya ratusan dan menganggap nilai uang yang mereka terima cukup besar.

Jika kemauan dermawan itu memang TULUS menyisihkan sedikit hartanya, selain mengejar pamrih dan popularitas adalah yang pertama: menyerahkan uang atau barang kepada pemerintah setempah dan di dan penyalurannya dserahkan kepada perangkat. Kedua:menyerahkan barang atau uang kepada lembaga masyarakat tertentu semisal yayasan, amil zakat, masjid atau tempat ibadah yang lainnya.ketiga : menyiapkan tempat ruang dan waktu yang sesuai, karena kejadian sering terjadi sempitnya ruang yang menyebabkan penerima sedekah berhimpitan bahkan terinjak-injak pengantri lainnya. Keempat diperlukan sistem yang tepat, panitia dan pengamananan yang memadai.

Sering terjadi kekacauan di luar prediksi, karena diantaranya keterbatasan-keterbatasan di atas. Mestinya dermawan harus mempercayai kepada lembaga yang sudah ada untuk menghindari terjadinya kecelakaan-kecelakaan agar tidak terulang lagi. Dermawan harus menyingkirkan egoisme yang mereka miliki, harus membaung jauh-jauh rasa ingin di puji, rasa ingin di katakan hebat, rasa tinggi hati dengan membandingkan orang miskin yang ngalap berkah darinya
READ MORE >> DI BALIK TOPENG DERMAWAN

Saturday, September 4, 2010

Mudik Representasi Kaum Urban

Urbanisasi membuktikan ketidakmerataan pembangunan dan distribusi hasil-hasil pembangunan di Indonesia. Sebagian besar penduduk Indonesia bermata pencaharian sebagai petani dan tinggal di pedesaan. Kota merupakan tempat terjadinya produksi dan proses distribusi yang banyak menyerap angkatan kerja, sehingga kota menjadi tujuan utama dari kaum urban. Apapun di kota dapat di olah menjadi uang, sehingga masyarakat yang berada di pinggiran berbondong-bondong menuju kota, untuk mendapatkan penghidupan yang layak, tapi kenyataanya berjejalnya kaum pendatang di kota menyebabkan berbagai permasalahan sosial, gelandangann pengemis, kriminalitas, menurunnya sanitasi dan sebagainya.

Lebaran merupakan moment yang ditunggu oleh kaum urban untuk menunjukkan kesuksesannya di perantauan. Mudik Lebaran sering digunakan oleh mereka yang bekerja di kota untuk unjuk kesuksesan kepada masyarakat di kampung bahwa dirinya, telah sukses bekerja di kota. Mulai dari baju baru dan berganti-ganti,asesories yang menghiasi seluruh tubuhnya (biasanya perempuan) handphone 3G keluaran terbaru atau pun Gadged lainya, tidak lupa kendaraan yang dibawa, Motor baru, atau mobil baru. Semakin mereka dapat menunjukkan indikator itu, mereka dapat di sebut sebagai orang yang sukses yang bekerja merantau di kota.

Bagi kaum elit, Ekonomi sulit bekerja setahun untuk bekal show sukses di hari lebaran. Memang tidak semua seperti cerita di atas, tapi kenyataannya bahwa moment mudik lebaran di gunakan oleh kaum urban untuk menunjukkan apa yang telah ia peroleh setelah bekerja. Konsumen besar-besaran terjadi dalam menyambut hari istimewa tersebut. 

Beberapa hal yang perlu di waspadai bahwa, seusai lebaran, mereka akan pulang kampung dan kembali ke kota dengan membawa membawa sanak saudara mereka untuk bekerja di Kota. Kota akan mendapat tambahan penduduk yang bekerja dengan skill yang terbatas.   

Mudik, agenda tahunan yang dilakukan oleh kaum urban
READ MORE >> Mudik Representasi Kaum Urban

Tuesday, August 17, 2010

MUSIM PANEN CALO TIKET

Bulan ramadhan baru saja berjalan, namun harga bahan kebutuhan pokok merambat naik, hal itu terjadi dengan peningkatan kebutuhan konsumsi di masyarakat. Agaknya lebaran mash menjadi tradisi bagi masyarakat Indonesia untuk melaksanakan ritual pulang kampung, sehingga kaum urban memanfaatkan moment tersebut untuk ramai-ramai mengikuti tradisi tersebut. Secara psikologis keinginan mereka tercium oleh Calo tiket yang memanfaatkan situasi ini untuk mengeruk keuntungan yang sebesar-besarnya dari kaum urban.

Moment lebaran di manfaatkan oleh para calo tiket ini, seperti seorang petani yang menunggu datangnya musim panen. Dengan waktu yang ditetapkan oleh pemerintah sebagai awal dan akhir kenaikan tatif (tuslah) mereka memanfaatkan waktu pendek ini sebaik-baiknya. di terminal bus, stasiun kereta api bahkan di bandara pun tempat mangkal yang asyik masyuk bagi para calo ini. 

Berbagai upaya telah dilakukan oleh pihak berwenag sebenarnya untuk menekan calo ini, tapi tidak mudah untuk memberantas percaloan yang terjadi di negeri ini, karena selain faktor sosial (kondisi sempitnya lapangan pekerjaan) mereka ada juga karena kepentingan orang dalam sendiri. Meskipun spanduk telah dipasang untuk tidak melalui calo toh calo masih saja tetap berkeliaran. Ada indikasi bahwa merka memang mereka di piara oleh orang dalam, sehingga sulit untuk meniadakan mereka. Para calo ini ada juga karena sistem yang kuat dari dalam sehingga kalo mental orang-orang dalam tidak di benahi semakin sulit untuk memberantas praktek percaloan dalam bidang apa pun juga.

Sebagai gambaran bahwa, seorang calon penumpang hanya waktu beberapa menit untuk mendapat tiket, memang relatif mahal, tap ini dapat terbayar jika dibanding dengan keruwetan dan lamanya mengantri berjam-jam. Sepertinya kondisi ini memang diciptakan untuk tetap lestarinya percaloan. Pelayanan semakin baik sebenarnya dapat mengurangi praktek percaloan tiket kereta/ bus. Misalnya jika penyedia jasa dapat menyakinkan kepada calon penumpang dan memberikan pelayanan yang lebih di banding jika lewat calo, maka otomatis para calonpenumpang akan memanfaatkan fasilitas dan pelayanan yang prima dari penyedia jasa.

Mental para pengelola jasa, peningkatan pelayanan dan informasi yang benar kepada penumpang mungkin dapat mengurangi praktek percaloan di negeri kita ini.
READ MORE >> MUSIM PANEN CALO TIKET

Saturday, August 14, 2010

FILTER SITUS PORNO

Bulan puasa merupakan saah satu bulan penuh berkah bagi umat Islam. Agar umat muslim dapat melaksanakan ibadah puasa dengan nyaman, perlu tekad dan keyakinan yang kuat dalam menghadapi gangguan dari dalam dan dari luar dirinya. Sepertinya Bulan Ramadhan bagi pemerintah menjadi awal yang bagus dalam usahanya memerangi pornografi di dunia maya. Khususnya Kementerian Komunikasi dan Informatika menjadikan bulan ramadhan sebagai awal pemblokiran situs-situs tersebut. Sebenarnya upaya tersebut sudah di lama di laksanakan, cuma bulan puasa ini kelihatannya lebih serius.

Kita  harus mendukung positif usaha dari pemerintah ini, kaena tanpa dukungan kita, usaha pemerintah tidak akan memiliki dampak yang berarti. Tentunya kita juga ingin menyelamatkan putra-putri kita dari situs-situs yang dapat membahayakan moral mereka. Bukan tidak mungkin anak kita bisa kecanduan dengan situs-situs porno, gambar-gambar porno dan video porno dari VCD maupun di HP anak kesayangan kita.

Tegnologi tidak ada salahnya dan kita harus memberi pengertian yang benar kepada buah hati kita, jangan sampai anak kesayangan kita melakukan tindakan-tindakan asusila bahkan tindakan melawan hukum, hanya arena kita tidak memberikan pengertian yang benar. Gambar porno dapat dengan mudah diakses oleh mereka, melalui Handphone, dan warnet-warnet yang tersebar di seitar kita.

Ada baiknya kita memberikan filter pada laptop anak atau PC di rumah dengan filter Asusila yang dapat di download pada situs depkominfo atau langsung pada http://www1.k9webprotection.com/getk9/index.php ,, http://www.naomifilter.org/index.html atau langsung pada Paket Filter Asusila,dan Panduan Perangkat Lunak Filter Asusila, anda juga dapat www.nawala.org


READ MORE >> FILTER SITUS PORNO

Sunday, July 25, 2010

Teror Kompor Gas

Konversi minyak tanah ke gas oleh pemerintah saat ini menuai protes oleh masyarakat. Ada saja berita televisi yang menyiarkan adanya peristiwa meledaknya kompor gas, yang kebanyakan terjadi pada gas 2 kilo gram. Ini menunjukkan sebenarnya kita belum siap sepenuhnya untuk berpindah dari minyak tanah ke Gas. Pihak-pihak yang merasa memiliki tanggung jawab saling lempar tanggung jawab, dengan mencari pembenaran sendiri.

Apa pun yang terjadi, siapa yang salah dan siapa yang benar itu tidak penting, nyata-nayata rakyat kecil telah menjadi korban. Korban dari kebijakan pemerintah dari konversi minyak ke Gas. Bukan pemerintah saja yang tidak siap, tetapi juga produsen tabung gas, produsen asesosir dan SDM di masyarakat sendiri.

Ditengarai keterlibatan pihak ketiga dalam produksi tabung gas juga menjadi salah satu pemicu menurunnya kualitas tabung itu sendiri. Pengusaha nakal dari pengisian gas, bahkan stasiun pengisian gas juga bisa menjadi  salah satu penyebab terpicunya kebakaran. Selain itu tidak kalah penting juga SDM di masyarakat yang memiliki sedikit wawasan, sehingga terjadinya kecelakaan, meledaknya gas 3 kg.

Sebaiknya memang tidak usah saling menyalahkan siapa yang paling bertanggung jawab, bahwasanya ini merupakan tanggung jawab kita bersama, bagaimana supaya kita, supaya rakyat kecil, supaya seluruh bangsa Indonesia terhindar dari teror gas ini. Pihak pertamina bekerja sama dengan pihak-pihak terkait untuk meningaktkan sosialisasi penggunaan gas LPG kepada seluruh lapisan masyarakat. Pihak Produsen menarik tabung gas yang kualitasnya menurun. Produsen Meningkatkan kualitas dan memperkecil kemungkinan terjadinya kebpcoran gas. Masyarakat harus memiliki wawasan yang cukup tentang penggunaan dan bahaya kompor gas. Pemerintah memberikan perlindungan asuransi kebakaran dan sejenisnya kepada masyarakat yang  menjadi korban.

mudah-mudahan ini membawa manfaat bagi kita semua 
READ MORE >> Teror Kompor Gas

Friday, February 26, 2010

Uang Kembalian=Permen

kopiko Pictures, Images and Photos
Kalau kita pergi pasar swalayan atau mall mall, atau bahkan mini market, foto copy dan lainyya mungkin anda pernah mendapat uang kembalian (susuk)berupa premen dan itu seolah-olah itu dibenarkan karena sudah umum terjadi dimana-mana, dan bisa saja harga permen itu lebih mahal dari susuk yang seharusnya di terima. Taruhlah sebagai contoh kita di kasih permen tiga untuk Rp. 300 dan mungkin bisa saja kita akan di kasih 5 buah untuk susuk Rp. 500 (ini jarang biasanya pecahan Rp. 100 banyak. Tapi ada juga yang di kasih permen coklat seharga Rp. 500 katanya si penjual.

Kasir yang baik, selalu mengusahakan uang pecahan sekecil apapun, karena harga yang di bandol merupakan tanggung jawab penjual. Ini sebenarnya hal kecil,tapi bagi yang memperhatikan marketing tidak bisa menyepelekan hal ini, karena akan berdampak pada pelanggan fanatik swalayan atau toko, warung anda, bisa saja pelanggan dan calon pelanggan berpindah kepada yang peduli pada layanan konsumen yang prima.

Menurut yang saya lihat dan saya alami, sebenarnya penerapan harga yang tidak terdapat pecahan rupiah, misal sebuah pasta gigi dengan harga Rp. 1.435, Sabun mandi Rp. 1.455 Telur Rp. 88/butir. Harga-harga itu seolah-olah diskenario supaya jatuh pada pembulatan ke atas jadi kalu misalnya harga tersebut bisa jatuh pada Pasta gigi 1450, karena tidak ada pecahan Rp.15 dan mungkin akan di kasih premen jika uang yang kita berikan Rp.2000. Pembeli mungkin tidak akan memikirkan uang yang Rp. 15, tapi jika banyak pembeli yang diambil uangnya Rp. 15 dan dari hasil penjualan permen (susuk) berapa keuntungan yang diperoleh sebagai hasil skenario harga-harga aneh tersebut.

Tapi bolehkah jika kita mengumpulkan permen-permen yang kita dapat dari susuk-susuk itu dan ditukarkan dengan barang yang kita inginkan. Misalnya pasti kita akan ditoleh dengan membawa lima permen untuk menukarkan dengan sebuah makanan ringan seharga Rp. 500. Saya menulis ini ketika seusai mengantar istri berbelanja istri pasti dapat permen dan dikumpulkan sampai banyak. Ya masih beginiah budaya para pemilik modal membuat skenario dalam mendapatkan uang yang tidak terpikir oleh konsumen



READ MORE >> Uang Kembalian=Permen

Sunday, February 14, 2010

VALENTINE dalam Budaya Remaja


Hari Valentine (Valentine's Day), pada tanggal 14 Februari adalah sebuah hari di mana para kekasih dan mereka yang sedang jatuh cinta menyatakan cintanya di Dunia Barat. Asal-muasalnya yang gelap sebagai sebuah hari raya Katolik Roma didiskusikan di artikel Santo Valentinus. Beberapa pembaca mungkin ingin membaca entri Valentinius pula. Hari raya ini tidak mungkin diasosiasikan dengan cinta yang romantis sebelum akhir Abad Pertengahan ketika konsep-konsep macam ini diciptakan.

Hari raya ini sekarang terutama diasosiasikan dengan para pencinta yang saling bertukaran notisi-notisi dalam bentuk "valentines". Simbol modern Valentine antara lain termasuk sebuah kartu berbentuk hati dan gambar sebuah Cupido (Inggris: cupid) bersayap. Valentine Day merupakan hari besar kedua setelah Natal di mana kartu-kartu ucapan dikirimkan. Asosiasi yang sama ini juga memperkirakan bahwa para wanitalah yang membeli kurang lebih 85% dari semua kartu valentine.

Sebuah kencan pada hari Valentine seringkali dianggap bahwa pasangan yang sedang kencan terlibat dalam sebuah relasi serius. Sebenarnya valentine itu Merupakan hari Percintaan, bukan hanya kepada Pacar ataupun kekasih, Valentine merupakan hari terbesar dalam soal Percintaan dan bukan berarti selain valentine tidak merasakan cinta.

Hari raya ini diasosiasikan dengan ucapan umum cinta platonik "Happy Valentine's", yang bisa diucapkan oleh pria kepada teman wanita mereka, ataupun, teman pria kepada teman prianya dan teman wanita kepada teman wanitanya. Sementara sebagian orang menganggap hari Valentine sebagai momen yang paling sulit, penuh tekanan sekaligus dangkal karena semakin panjang periode sebuah hubungan cinta, semakin besar tekanan yang pasangan itu alami karena menipisnya ide-ide orisinal. (wikipedia).

Para remaja perempuan dan laki-laki (terutama) terjebak dalam logika yang irasional pada umumnya dan mereka menganggap ini rasional. Bahwa Valentine Day merupakan budaya barat yang diterima lugas oleh mereka tanpa filter, sehingga seolah-olah pindah budaya secara utuh dan mulai mengabaikan budya ketimuran kita yang di kenal dengan budaya yang santun.

Para remaja mengasosiasikan hari tersebut sebagai hari kencan bagi yang sudah berpasangan (pacaran) dan momoent yang tepat untuk mencari pacar. Beberapa gadis atau perjaka merasa tertekan jika tidak memiliki pacar pada saat hari valentine berlangsung. Jadi valentine menjadikan target bagi remaja untuk mendapat pasangan, untuk berkencan, untuk mengejar kesenangan masa remaja mereka. Menjadikan hari tersebut sebagai hari untuk mengungkapkan cinta (erotik)kepada pacarnya.Kadang pasangan tersebut menghabiskan waktu semalaman berdua untuk menikmati hari kasih sayang dengan aplikasi versi mereka, bukan tidak mungkin bisa saja terjadi aktivitas yang melanggar norma sosial maupun Agama.

Tradisi memberikan hadian pada valentine day juga menjadikan meningktnya konsumerisme di kalangan remaja. Bunga Mawar yang biasanya satu tangkai seharga Rp.1000 bisa naik sampai Rp. 5.000, coklat dan pernak pernik hati menjadi komoditi yang sangat laku di pasar, memang ini menggerakkan pasar, namun dalam kacamata konsumrisme semakin meningkatnya daya konsumsi pada remaja.


Melihat beberapa dampak negatif yang dapat di timbulkan oleh perayaan valentine pada remaja, semestinya dapat disikapi dengan benar bahwa: Kasih sayang harus di berikan kepada seluruh anggota Keluarga, orang -orang yang kita cintai, bukannya hanya kepada kekasih sebagai cinta (erotik).kasih sayang harus diberikan kepan saja, bukan hanya satu tahun sekali. Mewaspadai penetrasi budaya yang dapat merugikan secara sosial dan budaya.
READ MORE >> VALENTINE dalam Budaya Remaja

Monday, January 25, 2010

Celana pendek


Celana Pendek awalnya hanya dikenakan oleh anak laki-laki pada batas usia tertentu, biasanya ketika menginjak dewasa mereka akan mengenakan celana panjang. kini jamak kita temui dimana saja cewek mengenakan celana pendek. dilihat dari modelnya celana pendek memiliki varian dan banyak,dari yang 3/4 celana pendek selutut,di atas lutut bahkan di hanya beberapa centi saja di bawah kemaluan. sedangkan model pinggang ada model yang berada di bawah pusar. Model celana pendek diciptakan sesuai dengan permintaan, karena produk apa pun yg di luncurkan juga laku di pasaran.

Di lihat dari bahan, juga bervariasi macamnya dari yang berbahan jeans, katun dan sebagainya. Bahan di sesuiakan dengan selera konsumen juga, untuk bahan kuat berbahan jeans dan bahan yang jatuh di paha dengan kain yang tipis.kenyataan yang terjadi bahwa celana pendek kian marak di kenakan oleh cewek di ruang-ruang publik karena beberapa persyaratan, yang pertama karena modis, karena nyatai, variasi modelnya banyak sesuai selera dan yang paling akhir lagi ngetren dan di terima di masyarakat.

Kita sering melihat anak-anak ABG, remaja bahkan ibu-ibu muda dan perempuan paroh baya mengenakan celana pendek (hot pants) di tempat-tempat umum, apakah itu di mall, taman kota, di jalan-jalan tempat ngeceng tanpa ada rasa risih yang menyelimuti mereka. seolah itu sudah menjadi kebiasaan dan wajar di sekitar kita.

Tubuh menjadi media pamer bagi mereka untuk mengekspresikan gayanya kepada sekeliling untuk menunjukkan eksistensinya di masyarakat. Decak kagum menjadi lecutan bagi mereka yang narsis untuk menjadi lebih bergaya.Mereka menggunakan tubuhnya untuk menunjukkan lekuk tubuhnya yang sangat di sukai oleh lawan jenisnya. wal hasil kekaguman hasrat laki terhadap perempuan tidak lagi terpusat pada jiwa keperempuannya, tapi pada fisik perempuan yang mudah di manipulasi di poles dan di dandani untuk memikat lawan jenis.

Para lelaki semakin meletakkan perempuan pada posisi yang tidak terhormat, karena kekaguman pada kecantikan fisik tidak akan bertahan lama, ini yang harus disadari oleh para perempuan dan laki-laki. ketertarikan fisik membuat hubungan yang sesaat, tapi kekaguman kepada inner beauty membuat sebuah hubungan atau pretise terhadap seseorang akan bertahan lama. Di sini Perempuan hanya menjadi obyek kesenagan laki-laki melalui indra.







READ MORE >> Celana pendek
 

blogger templates | Make Money Online