Sunday, July 25, 2010

Tarif Dasar Listrik

Konversi minyak tanah ke gas sebagai pemikiran pemerintah sebagi alternatif solusi pemerintah untuk mengurangi subsidi pemerintah terhadap rakyat kecil seperti saya. Gas ramah lingkungan, mengurangi beban anggaran dan sebagainya, wal hasil karena ketidaksiapan kita bersama, menuai petaka kompor meledak dimana-mana. Ini mengundang keprihatinan bagi kita semua.

Di bawah bayang-bayang teror tabung gas di rumah, bersamaan itu tarif dasar listrik dinaikan oleh pemerintah untuk menutupi kekurangan ini dan itu. Susahnya menjadi rakyat kecil, cabe yang harganya sampai 40 ribu, sayangnya rakyat kecil (petani) yang memiliki cabe juga tidak menikmati sepenuhnya. meskipun harga beras sampai 10 ribu pun juga bukan rakyat kecil (petani) yang menikmatinya. 

Kalau pemerintah memilik argumen yang mendasar untuk meningkatkan tarif dasar listrik, konversi minyak tanak ke gas, kenaikan harga BBM dan sebagainya tapi rakyat kecil (petani) tidak pernah punya hak untuk menaikkan harga hasil pertanian atau menolak kebijakan pemerintah. Namanya saja Pe-Perintah = tukang perintah, jadi semua rakyak harus tunduk dengan aturan dan ketetapan yang menjadi acuan pemerintah dalam bertindak. 

Tujuan dari semua kebijakan pemerintah sebenarnya adalah untuk kemakmuran dan kesejahetaan rakyat indonesia, namun tujuan itu tidak semudah yang di gagas oleh pemerintah, sayangnya malah hanya segelintir orang saja yang bisa menikmati kesejahteraan itu, bukan karena rakyat tidak mau, tapi karena mereka tidak mampu mengakses layanan tersebut.

Aku rakyat kecil...
kapan aku bisa menjadi rakyat yang besar?

No comments:

 

blogger templates | Make Money Online