Thursday, November 24, 2011

Atlit Penghargaan dan Jasanya

Pahlawan Medali
Gegap gempita sea game baru saja berlalu tapi kemenangan Indonesia sebagai juara umum masih di rasakan oleh seluruh bangsa Indonesia. Kini kembali lagi Indonesia mampu menunjukkan dirinya sebagai yang terbaik dalam dunia olah raga yang di lombakan dalam cabang olah raga yang di selenggarakan oleh negara-negara Asia tenggara. Seperti diketahui Indonesia sekaligus tuan rumah berhasil menyabet sebagai juara umum dengan perolehan 182 medali emas, 151 perak dan 142 perunggu. Untuk peraih emas pemerintah menyiapkan Rp 200 juta. Sementara untuk perak telah disiapkan Rp 50 juta dan Rp 20 juta untuk peraih perunggu.(tribune news.com)

Atlit Peraih Medali
Para atlet asal Kota Malang, Jawa Timur, yang meraih medali emas dalam perhelatan SEA Games 2011 di Palembang dan Jakarta , akan mendapatkan bonus tambahan dari KONI setempat. Wakil Ketua IV KONI Kota Malang Bambang DH Suyono, Rabu memastikan, para peraih medali emas tersebut selain mendapatkan bonus sebesar Rp200 juta dari pusat, juga akan mendapat bonus tambahan dari KONI daerah itu.(ANTARA News)

Mantan Atlit peraih Medali.
Para atlet yang mendapatkan medali di emas elu-elukan oleh pemerintah bak pasukan yang memenangkan peperangan, dan bonus ratusan juta pun di berikan kepada mereka yang mendapatkan medali emas tersebut sebagai bentuk apresiasi. Hal itu berbanding terbalik dengan nasib para mantan atlet peraih emas pada sea games  puluhan tahun lalu. Ada  beberapa atlit yang hidupnya dibawah standar kecukupan. Nasibnya tidak seindah sewaktu berjuang untuk mendapatkan medali. Ketika itu namanya pun di elu-elukan bak pahlawan. Seperti bunga yang sudah layu, seperti tebu yang tidak manis lagi. Masa kejayaannya telah usai sehingga fasilitas dan kelayakan hidup pun tidak menghampiri hidupnya.

Tati Sumirah, 55 tahun, mantan pebulutangkis nasional yang kesohor, kini menjadi seorang kasir. Pada era 1970-an, pebulutangkis perempuan seangkatan Liem Swie King ini menjadi ratu. Ia bukan hanya ratu dalam negeri, tapi juga ratu bulutangkis kelas duni.(bogor news)

Marina Segedi. Mantan atlet pencak silat ini pernah menjadi pahlawan bagi bangsanya. Ia telah mempersembahkan medali emas saat SEA Games di Filipina, 1981, untuk Indonesia. Kini Marina tidak lagi jaya. Ia bukan atlet lagi, dan tentu saja, usianya sudah paruh baya, 47 tahun. Sang juara itu pun harus berjuang keras membanting tulang untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Saat ini ia beralih menjadi sopir taksi.

Hidup pas-pasan juga dialami Hapsani, peraih medali perak dan perunggu di SEA Games 1981 dan 1983. Bahkan mantan atlet lari estafet 4 x 100 meter ini terpaksa menjual medali yang diperolehnya ke pasar loak di Jatinegara Jakarta Timur, pada 1999. Kisah Marina dan Hapsani merupakan gambaran nyata betapa tragisnya nasib sejumlah mantan atlet yang dulu pernah berjasa mengharumkan nama bangsa. Mereka terpaksa hidup pas-pasan, membanting tulang untuk menyambung hidup usai pensiun sebagai atlet nasional.

Selain Marina dan Hapsani, sebenarnya masih banyak mantan atlet berprestasi yang nasibnya sengsara. Hanya saja pemerintah mengaku kesulitan untuk mencari informasi keberadaan mereka


Ketua Ikatan Atlet Nasional Indonesia (IANI) Icuk Sugiarto menilai pemerintah kurang serius memperhatikan nasib para atlet. Bila pemerintah serius, sebenarnya mudah saja menemukan atau mencari tahu nasib para mantan atlet yang dulu pernah meraih prestasi. (forum.kompas.com)






READ MORE >> Atlit Penghargaan dan Jasanya

Friday, June 17, 2011

MAHALNYA SEBUAH KEJUJURAN: REFLEKSI ATAS KASUS MENCONTEK MASAL

Orang yang benar temannya sedikit,
orang yang tidak benar temannya banyak
 -Tukul Arwana -
Pepatah itu di sampaikan oleh salah satu comedian dan seorang host dalam acara Bukan Empat Mata.
Sebentar saya  tertegun dengan pepatah yang di sampaikan oleh Tukul, saat saya melihat kenyataan bahwa kejujuran menjadi sangat mahal di negeri ini. Betapa tidak,mencuatnya kasus mencontek masal yang terjadi di salah satu Sekolah Dasar di Jawa Timur yang di laporkan oleh orang tua siswa.
READ MORE >> MAHALNYA SEBUAH KEJUJURAN: REFLEKSI ATAS KASUS MENCONTEK MASAL

Tuesday, May 10, 2011

MANAJEMEN NOL KILO METER



ILUSTRASI YANG MENGUSIR KANTUK
Pesawat yang saya tumpangi menembus awan-awan yang tebal sehingga membuat saya menghela nafas panjang sambil berdoa dalam hati, semoga semuanya baik-baik saja. Tiba akhirnya pada cuaca yang cerah sehingga kami dapat dengan tenang menikmati perjalanan ini, setelah mengobrol dengan teman sebangku, akhirnya kantuk temen di sebelah saya membuat saya harus terjaga sendirian. Untuk menghapus kejenuhan kubolak balik majalah lionmag (kalau tidak salah), di sela-sela kebosanan saya melihat majalah ada artikel yang membuat kantuk saya menjadi hilang, judulnya Nol Kilo Meter.
READ MORE >> MANAJEMEN NOL KILO METER

Friday, April 22, 2011

SELEBRITIS GAK PERLU DI KAGUMI

Selebritis
Selebritis dapat saya artikan sebagai orang yg terkenal atau masyhur (biasanya artis), tapi semua orang akan memaknai cara yang berbeda. Tiba-tiba seorang yang terkenal melalui hingar bingar infotaiment yang  akan membuat seseorang menjadi terkenal secara fenomenal.  Belakangan ini kita lihat fenomena Sinta dan Jojo lewat lip sinc keong racun, justin bieber dan yang paling baru Norman Kamaru yang secara fenomenal melejit mewarnai dunia pertelevisian kita lewat lip sinc-nya pada lagu india, melalui situs youtube

Salut kepada kreativitas mereka agar mereka tetap dapat berprestasi sesuai dengan cita-cita dan harpan mereka, dan mudah-mudahan tetep sadar ketenaran tidak membuat mereka sombong dan menafikan norma-norma yang harus tetap di pegang orang timur.

Dunia Gelap 
Kasus Narkoba yang menimpa banyak kalangan artis untuk kita evaluasi bahwa mereka (kelompok tersebut) memiliki potensi terperosok ke dalam kehidupan negatif.  Semestinya kita sadar bahwa mereka tidak luput dari banyak kesalahan sehingga menurut saya selebritis tidak usah diidolakan. Sudah banyak membuktikan bahwa mereka berada dalam dunia yang tidak sebersih yang kita pikirkan, bahkan ada yang bolak balik dengan kasus yang sama. 

Dunia rumah tangga yang tidak harmonis, kehadiran orang ketiga, perselingkuhan dan indikasi negatif lainnya semakin menyempurnakan ketidaksempurnaan mereka. Berita gosip, klarifikasi dan pernak-pernik dunia selebriti yang di ekspose berlebihan yang pada akhirnya akan mempertebal kantong pemilik media televisi yang membuat berita tentang selebriti.

Anda pengen tahu kabar terbaru krisdayanti? http://berita.gratisku.web.id/krisdayanti-hamil-4-bulan.html
READ MORE >> SELEBRITIS GAK PERLU DI KAGUMI

Wednesday, September 8, 2010

DI BALIK TOPENG DERMAWAN

Barisan manula, perempuan dan anak-anak berjejal memenuhi halaman seorang dermawan yang akan membagikan sedikit uangnya kepada mereka. Kabar tersebar dari mulut-ke mulut hingga pada hari yang di tentukan, mereka telah memadati sebuah rumah yang paling megah sejak pagi, sebelum di mulainya pembagian sedekah tersebut. Apa sebenarnya yang diinginkan oleh kaum dermawan yang membagikan sebagian uang yang telah mereka peroleh kepada oran-orang miskin. sudah menjadi agenda tahunan bahwa orang-orang yang mengaku dermawan membagikan uangnya kepada orang-orang miskin. Ritual ini di sambut baik oleh mereka yang memiliki penghasilan yang kecil dan dapat dikatakan miskin (menurut WHO mereka yang berpenghasilan 2$ perhari).

Gayung bersambut dari mereka DERMAWAN yang berduit dan SI MISKIN yang memerlukan sedekah. Kegiatan itu pun di sambut baik oleh mereka yang pantas menerimanya. Di lihat dari jumlah yang di berikan oleh dermawan sebenarnya relatif kecil. Tapi menurut si penerima cukup lumayan, untuk itu mereka rela mangantiri berjam-jam demi untuk mendapatkan bingkisan dan beberapa puluh ribu rupiah uang tunai.

Dua hal yang sangat kontroversi bahwa sang dermawan bisa membagikan puluhan juta yang cuma sebagian kecil uang yang ia miliki dan orang-orang miskin yang jumlahnya ratusan dan menganggap nilai uang yang mereka terima cukup besar.

Jika kemauan dermawan itu memang TULUS menyisihkan sedikit hartanya, selain mengejar pamrih dan popularitas adalah yang pertama: menyerahkan uang atau barang kepada pemerintah setempah dan di dan penyalurannya dserahkan kepada perangkat. Kedua:menyerahkan barang atau uang kepada lembaga masyarakat tertentu semisal yayasan, amil zakat, masjid atau tempat ibadah yang lainnya.ketiga : menyiapkan tempat ruang dan waktu yang sesuai, karena kejadian sering terjadi sempitnya ruang yang menyebabkan penerima sedekah berhimpitan bahkan terinjak-injak pengantri lainnya. Keempat diperlukan sistem yang tepat, panitia dan pengamananan yang memadai.

Sering terjadi kekacauan di luar prediksi, karena diantaranya keterbatasan-keterbatasan di atas. Mestinya dermawan harus mempercayai kepada lembaga yang sudah ada untuk menghindari terjadinya kecelakaan-kecelakaan agar tidak terulang lagi. Dermawan harus menyingkirkan egoisme yang mereka miliki, harus membaung jauh-jauh rasa ingin di puji, rasa ingin di katakan hebat, rasa tinggi hati dengan membandingkan orang miskin yang ngalap berkah darinya
READ MORE >> DI BALIK TOPENG DERMAWAN

Saturday, September 4, 2010

Mudik Representasi Kaum Urban

Urbanisasi membuktikan ketidakmerataan pembangunan dan distribusi hasil-hasil pembangunan di Indonesia. Sebagian besar penduduk Indonesia bermata pencaharian sebagai petani dan tinggal di pedesaan. Kota merupakan tempat terjadinya produksi dan proses distribusi yang banyak menyerap angkatan kerja, sehingga kota menjadi tujuan utama dari kaum urban. Apapun di kota dapat di olah menjadi uang, sehingga masyarakat yang berada di pinggiran berbondong-bondong menuju kota, untuk mendapatkan penghidupan yang layak, tapi kenyataanya berjejalnya kaum pendatang di kota menyebabkan berbagai permasalahan sosial, gelandangann pengemis, kriminalitas, menurunnya sanitasi dan sebagainya.

Lebaran merupakan moment yang ditunggu oleh kaum urban untuk menunjukkan kesuksesannya di perantauan. Mudik Lebaran sering digunakan oleh mereka yang bekerja di kota untuk unjuk kesuksesan kepada masyarakat di kampung bahwa dirinya, telah sukses bekerja di kota. Mulai dari baju baru dan berganti-ganti,asesories yang menghiasi seluruh tubuhnya (biasanya perempuan) handphone 3G keluaran terbaru atau pun Gadged lainya, tidak lupa kendaraan yang dibawa, Motor baru, atau mobil baru. Semakin mereka dapat menunjukkan indikator itu, mereka dapat di sebut sebagai orang yang sukses yang bekerja merantau di kota.

Bagi kaum elit, Ekonomi sulit bekerja setahun untuk bekal show sukses di hari lebaran. Memang tidak semua seperti cerita di atas, tapi kenyataannya bahwa moment mudik lebaran di gunakan oleh kaum urban untuk menunjukkan apa yang telah ia peroleh setelah bekerja. Konsumen besar-besaran terjadi dalam menyambut hari istimewa tersebut. 

Beberapa hal yang perlu di waspadai bahwa, seusai lebaran, mereka akan pulang kampung dan kembali ke kota dengan membawa membawa sanak saudara mereka untuk bekerja di Kota. Kota akan mendapat tambahan penduduk yang bekerja dengan skill yang terbatas.   

Mudik, agenda tahunan yang dilakukan oleh kaum urban
READ MORE >> Mudik Representasi Kaum Urban
 

blogger templates | Make Money Online