PANSUS CENTURY (bang)
Pada beberapa peristiwa penting menyangkut kebijakan Pemerintah yang dianggap bertentangan dengan kepentingan negara dan rakyat Indonesia, isu Hak Angket marak dibicarakan. Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), sebagai lembaga legislatif negara, akan menggunakan Hak Angket yang melekat padanya sesuai Undang-Undang, sebagai perangkat politik untuk mengadakan penyelidikan terhadap kebijakan Pemerintah yang dianggap merugikan negara. Selanjutnya, berdasarkan hasil penyelidikan, DPR akan memutuskan apakah akan menerima atau menolak kebijakan pemerintah dan bukan tidak mungkin putusan DPR ini akan mempengaruhi legitimasi Pemerintah.
Banyak mata pemirsa yang tertuju pada siaran salah satu TV suwasta yang selalu menayangkan perkembanngan Pansus bank Century. Hak angket merupakan hak yang di miliki oleh anggota dewan ketika kebijakan pemerintah dianggap tidak pro pada kepentingan bangsa dan negara. Kita juga masih ingat pada masa pemerintahan SBY periode sebelumnya DPR juga mengadakan hak angket untuk membahas kenaikan harga BBM kala itu.
Angket yang kini di lakukan oleh DPR berkaitan dengan dana talangan pemerintah sebesar 6,7 triliyun dengan pembentukan Pansus bank Century di harapkan oleh banyak orang untuk menyelamatkan aset pemerintah tersebut. Sepenggal cerita konyol untuk mengilustrasikan kekhawatiran rakyat yang polos terhadap proyek pansus bank century. Seorang petani kehilangan sepeda kayuhnya yang di letakkan begitu saja, sementara dia sibuk menyiangi padi di sawah milik seorang tuan tanah. Kehilangan itu membuat beberapa pekerjaannya terasa sulit dan terlantar. atas kehilangan itu pak tani tidak segera melaporkan kepada Polisi karena dia harus membayar uang laporan dan kalau pun ketemu harus menebus dengan uang. Petani pergi kepada seorang dukun, tapi dia juga harus mengeluarkan unag untuk membeli kembang setaman dan sesajian dan sesari (uang dalam sesajian), ternyata tidak terlacak juga aksi pencuri ini.
dari cerita itu kita dapat melihat dua hal kehilangan yang menimpa petani, pertama nyata-nyata telah kehilangan sepeda, kedua dia nyata kehilangan uang lagi untuk membeli sesajian dan jasa profesi sang dukun.
kekhawatiran juga terjadi pada proyek pansus ini, 6,7 Trilyun sudah dikucurkan (mudah-mudahan tidak hilang). Uang pun sudah mengucur untuk menjalankan pansus yang sudah berlangsung. uang negara juga sudah digunakan untuk membeli kembang setaman seperti pada kasus petani. mudah-mudahan anggota dewan dapat menyelamatkan aset 6,7 Trilyun tersebut. setidaknya dapat mengembalikan sebagian, biar ada hasilnya rapat siang malam berhari-hari dengan uang rakyat.
DPR kinerjanya kini sedang dipertanyakan dapatkan membuktikan semangat yang awalnya berapi-api
No comments:
Post a Comment